Breaking News

Orang yang Belum Vaksin Dilarang Masuk Mall

Ada usulan bahwa, sertifikat vaksinasi COVID-19 akan menjadi syarat masyarakat memasuki pusat perbelanjaan atau mal. Usul ini datang dari Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid pada saat konferensi pers Minggu (25/7/2021). Jika usulan itu terlaksana, kelak orang yang belum vaksin dilarang masuk mall.

Setelah program vaksinasi terhadap karyawan dan pegawai mal dilakukan, maka pengunjung pun mesti menunjukkan telah menyelesaikan vaksinasi.

“Harapannya ritel-ritel itu, kalau mal-mal, kalau bisa sudah vaksinasi pekerja di dalam mal itu semua, dan kalau yang hadir bisa menunjukkan bahwa sudah divaksinasi, harapannya tetap dibuka supaya ritelnya pun tetap berjalan,” ujar Arsjad.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan memperkuat penyaringan (screening) pada aplikasi pedulilindungi.id.

Tujuannya untuk memperkuat testing, tracing, dan treatment; serta angka penularan Covid-19 dapat ditekan. “Akan di-upgrade (PeduliLindungi) untuk diintegrasikan untuk melakukan screening di mal atau pun di merchant karena ini akan dihubungkan dengan sistem di Kementerian Kesehatan dan di Kementerian Komunikasi dan Informasi sehingga menggunakan QR code bisa men-screening mereka yang sudah divaksinasi dan juga yang sudah di-tes PCR,” kata dia dalam konferensi pers, Minggu (25/7/2021).

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mendukung wacana sertifikat vaksin jadi syarat masuk tempat perbelanjaan. Alasannya, kata dia, demi kekebalan komunitas atau herd immunity di Indonesia cepat tercapai.

Meski menurutnya kebijakan tersebut akan berpotensi pada pengurangan pengunjung. “Tetapi tidak akan berlangsung lama,” kata dia sseperti kami kutip dari Tirto, Selasa (27/7/2021). Menurut Alphonzus, masyarakat tidak perlu khawatir untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan. Sebab sebagian besar mal sudah menjadi sentra vaksinasi COVID. “Sehingga masyarakat bisa melakukan vaksinasi sambil berkunjung ke pusat perbelanjaan atau berkunjung ke pusat perbelanjaan sambil melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Dukungan serupa diutarakan Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah. Mereka bahkan sudah mensyaratkan vaksinasi untuk para karyawan di pertokoan mal. Mereka juga membuka sentra vaksinasi di beberapa tempat, khususnya Pulau Jawa. “Pada dasarnya selagi masih boleh dibuka, ya enggak apa-apa,” kata dia saat dihubungi reporter Tirto,

Selasa (27/7/2021). Mereka juga mencoba mendongkrak pertumbuhan pengunjung dengan mengadakan program diskon bagi setiap pengunjung yang telah menyelesaikan vaksinasi. Program tersebut akan berlangsung pada Agustus 2021. “Jadi Sentra Vaksinasi dan Yuk Vaksin, Yuk Belanja merupakan satu kesatuan. Bagaimana sehat, baik bagi diri kita dan juga ekonomi sehat,” kata dia.

Peraturan bahwa orang yang belum vaksin dilarang masuk mall itu sudah dilakukan di Kuwait. Otoritas Kuwait pada Minggu (27/6/2021) mulai menerapkan keputusan pemerintah untuk mengizinkan hanya warga dan penduduk yang divaksinasi yang bisa mengunjungi pusat perbelanjaan, salon, pusat kebugaran, dan restoran di negara itu. Di KUwait, orang yang belum vaksin dilarang masuk mall.

Seperti dilaporkan Xinhua, mal-mal di negara Arab pada Minggu pagi mendapati angkatan bersenjata di pintu masuk. Mereka akan membantu implementasi keputusan otoritas untuk mencegah orang yang tidak divaksinasi masuk, kecuali wanita hamil, mereka yang berusia di bawah 16 tahun, dan mereka yang memiliki alasan medis.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, sekitar 400 penjaga akan dikerahkan di mal untuk membantu menerapkan langkah-langkah kesehatan. Di tengah prosedur yang ketat, mal-mal besar mulai menerima pengunjung.

Shahd Al-Awadi, seorang pelanggan di satu mal, mengatakan kepada Xinhua bahwa sertifikat vaksinasi Covid-19 sedang diperiksa oleh keamanan mal, di mana pengunjung wajib menunjukkan aplikasi “Immune” dan “Kuwait Mobile ID”.

“Saya datang ke mal untuk menikmati sarapan, jauh dari keramaian, di mana teman saya menelepon saya dan memberi tahu saya bahwa suasana di mal lebih tenang dan kita harus menikmatinya semaksimal mungkin,” kata Al-Awadi.

Al-Awadi menegaskan bahwa dia sangat mendukung keputusan tersebut, menjelaskan bahwa dia menerima vaksin untuk mencegah penyebaran virus corona. Dia ingin melindungi anak-anak dan keluarga terutama orang tua, dan kebijakan masuk mal adalah haknya untuk mendapatkan hak istimewa.

“Tidak masuk akal jika kita mungkin terkena risiko infeksi dan penyebaran penyakit karena sedikit yang menahan diri dari vaksinasi,” katanya.

Iman Hammadi, seorang pramuniaga di toko kosmetik di dalam mal, mengatakan pengunjung yang datang lebih sedikit dari biasanya. Dia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa situasi akan berlanjut dalam waktu yang lebih lama sehingga akan menyebabkan penurunan pendapatan penjualan.

“Kalau terus begini, target kita gagal. Targetnya bergantung pembeli. Pembeli lebih sedikit, penjualan lebih sedikit, maka uang perusahaan dan tenaga penjual berkurang,” kata Iman sedih.

About Aqeel Hamizan

Check Also

pesawat ditarik leasing

Tak Hanya Kredit Motor, Pesawat Ditarik Leasing Juga Ada

Mungkin terdengar tak biasa. Pesawat ditarik leasing karena gagal bayar. Ternyata nggak hanya kredit motor …

Leave a Reply

Your email address will not be published.