Breaking News

Tak Hanya Kredit Motor, Pesawat Ditarik Leasing Juga Ada

Mungkin terdengar tak biasa. Pesawat ditarik leasing karena gagal bayar. Ternyata nggak hanya kredit motor saja yang bisa ditarik leasing gara-gara telat bayar angsuran.

Pandemi COVID19 telah membuat sejumlah bisnis limbung. Bukan hanya UKM, perusahan raksasa juga banyak yang terpaksa tutu karena tak mampu beroperasi.

Ada juga yang terpaksa merumahkan karyawan hingga melakukan restrukturisasi bisnisnya lantaran tak kuat menjalankannya akibat omzet yang terus merosot.

Salah satunya adalah grup Lion Air. Maskapai dari Indonesia ini mengaku adanya pesawat ditarik leasing karena dampak pandemi.

Manajemen PT Lion Mentari Airlines, pengelola Grup Lion Air, menyatakan ada dampak terhadap kondisi perusahaan sehingga perseroan memutuskan untuk melakukan restrukturisasi, salah satunya dengan pihak atau mitra Lion Air Group. Demikian kami kutip dari cnbcindonesia.com

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan memang dalam pengoperasian pesawat udara yang dilakukan perusahaan ada dua skema, pertama finance lease yakni sewa beli dan kedua operating lease, yaitu sewa pesawat udara.

Danang mengatakan dalam kondisi pandemi, di luar kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Lion Air Group melakukan adaptasi (penyesuaian) yang berdampak ke bisnis, salah satunya restrukturisasi.

Keputusan ini, digunakan untuk melakukan perbaikan yang tujuan akhirnya adalah memperbaiki serta memaksimalkan kinerja yang dijalankan perusahaan.

Lion Air Group yang juga mengelola Wings Air dan maskapai layanan full service Batik Air ini sangat perlu melakukan evaluasi kinerja dan melakukan perbaikan agar tetap tumbuh dan dapat bersaing.

“Dari 299 armada (pesawat udara) yang dioperasikan baik skema finance lease maupun operating lease, terdapat 6 (enam armada) yang dikirim ke Alice Spring, Australia, lokasi yang disepakati bersama lessor,” demikian disampaikan olehnya, mengutip keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (7/8/2021).

Pramugari Lion Air

Keputusan tersebut dibuat berdasarkan beberapa pertimbangan antara lain yang pertama, Lion Air Group sudah melakukan negosiasi dengan semua mitra, 90% ada kesepakatan serta solusi terbaik di tengah masa waspada pandemi Covid-19.

Kedua, Lion Air Group menilai langka itu tepat dan menjadi salah satu solusi terbaik, mengingat kondisi pasar (market) yang ada saat ini mengalami penurunan sehingga perlu mengurangi jumlah pesawat udara.

Kemudian strategi ini juga memberikan dampak lebih efisien serta mampu menyesuaikan kapasitas angkut penumpang dan kargo.

“Keempat mendukung operasional dan kinerja Lion Air Group, karena setelah proses direstrukturisasi, biaya mengalami penurunan,” ujarnya.

Dia menambahkan, Lion Air Group senantiasa menghormati berbagai sikap yang diambil atas keputusan berdasarkan prosedur dan ketentuan berlaku sejalan mengutamakan asas profesionalitas bisnis (corporate to corporate) yang telah terjalin selama ini.

Adapun Lion Air Group memastikan operasional dan layanan penerbangan tetap dijalankan sesuai permintaan pasar dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan sesuai pedoman protokol kesehatan.

“Pesawat udara yang ada dan belum dioperasikan tetap dilakukan proses perawatan pesawat udara dan pengerjaan lain berdasarkan standar operasional prosedur. Hal ini memastikan dan dipersiapkan bahwa seluruh armada dinyatakan layak dan aman diterbangkan (airworthiness for flight),” tuturnya.

About Aqeel Hamizan

Check Also

juliari meminta belas kasihan

Bacakan Pledoi, Juliari Meminta Belas Kasihan Majelis Hakim

Mantan Menteri Sosial RI Juliari Peter Batubara telah menyampaikan pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.